Pengorbanan
Detik-detik penuh dengan ancaman
Ketiga raga di pucuk darah penghabisan
Mata tombak yang selalu mengintai
Darah mengucur deras bagai badai
Tak kenal senjata, tak kenal mati
Hanya kaulah pahlawan sejati
Minggu, 30 Maret 2014
Tugas softskill "pendidikan kewarganegaraan" Hak Asasi Manusia
MAKALAH HAK ASASI MANUSIA
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Hak merupakan unsur normatif yang
melekat pada diri setiap manusia yang dalam penerapannya berada pada ruang
lingkup hak persamaan dan hak kebebasan yang terkait dengan interaksinya antara
individu atau dengan instansi. Hak juga merupakan sesuatu yang harus diperoleh.
Masalah HAM adalah sesuatu hal yang sering kali dibicarakan dan dibahas
terutama dalam era reformasi ini. HAM lebih dijunjung tinggi dan lebih
diperhatikan dalam era reformasi dari pada era sebelum reformasi. Perlu diingat
bahwa dalam hal pemenuhan hak, kita hidup tidak sendiri dan kita hidup
bersosialisasi dengan orang lain. Jangan sampai kita melakukan pelanggaran HAM
terhadap orang lain dalam usaha perolehan atau pemenuhan HAM pada diri kita
sendiri. Dalam hal ini penulis merasa tertarik untuk membuat makalah tentang
HAM. Maka dengan ini penulis mengambil judul “Hak Asasi Manusia”.
Secara teoritis Hak
Asasi Manusia adalah hak yang melekat pada diri manusia yang bersifat kodrati
dan fundamental sebagai suatu anugerah Allah yang harus dihormati, dijaga, dan
dilindungi. hakikat Hak Asasi Manusia sendiri adalah merupakan upaya menjaga
keselamatan eksistensi manusia secara utuh melalui aksi keseimbangan antara
kepentingan perseorangan dengan kepentingan umum. Begitu juga upaya
menghormati, melindungi, dan menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia menjadi
kewajiban dan tangung jawab bersama antara individu, pemeritah (Aparatur
Pemerintahan baik Sipil maupun Militer), dan negara.
Berdasarkan beberapa rumusan hak asasi manusia di atas, dapat ditarik
kesimpulan tentang beberapa sisi pokok hakikat hak asasi manusia, yaitu :
a. HAM tidak perlu diberikan, dibeli ataupun di warisi, HAM adalah
bagian dari manusia secara otomatis.
b. HAM berlaku untuk semua orang tanpa memandang jenis kelamin, ras,
agama, etnis, pandangan politik atau asal usul sosial, dan bangsa.
c. HAM tidak bisa dilanggar, tidak seorangpun mempunyai hak untuk
membatasi atau melanggar hak orang lain. Orang tetap mempunyai HAM walaupun
sebuah negara membuat hukum yang tidak melindungi atau melanggar HAM.
1.2
Rumusan Masalah
Dalam
makalah ini penulis mengidentifikasi masalah sebagai berikut:
- Apa pengertian Hak Asasi
Manusia (HAM)
- Penjelasan Hak Asasi Manusia
(HAM) pada tataran Global
- Permasalahan dan Penegakan
HAM di Indonesia
- Apa saja contoh-contoh pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM)
BAB II
ISI
2.1
Pengertian Hak Asasi Manusia (HAM)
HAM
adalah hak-hak dasar yang melekat pada diri manusia,tanpa hak-hak itu manusia
tidak dapat hidup layak sebagai manusia.Menurut John Locke HAM adalah hak-hak
yang diberikan langsung oleh Tuhan Yang Maha Pencipta sebagai hak yang kodrati.
Dalam pasal 1 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM disebutkan bahwa “Hak
Asasi Manusia adalah seperangkat hak yang melekat pada hakekat dan keberadaan
manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan anugerah-Nya yang
wajib dihormati, dijunjung tinggi, dan dilindungi oleh negara, hukum,
pemerintah dan setiap orang, demi kehormatan serta perlindungan harkat dan
martabat manusia”.
Ruang
lingkup HAM meliputi:
- Hak pribadi: hak-hak
persamaan hidup, kebebasan, keamanan, dan lain-lain;
- Hak milik pribadi dan
kelompok sosial tempat seseorang berada;
- Kebebasan sipil dan politik
untuk dapat ikut serta dalam pemerintahan; serta
- Hak-hak berkenaan dengan masalah ekonomi dan sosial.
Hakikat Hak Asasi Manusia sendiri adalah merupakan upaya menjaga
keselamatan eksistensi manusia secara utuh melalui aksi keseimbangan antara
kepentingan perseorangan dengan kepentingan umum.
Selasa, 14 Januari 2014
Tugas ekonomi koperasi # "Tugas 2"
Ekonomi Koperasi # Tugas 2
Nama Kelompok :
- Sarah Fauziah Zanuar (16212836)
- Rendi Khairul Aditama (16212119)
- Garnisa Oktaviana (13212098)
- Subhan Winandi (17212159)
- Debby Kurniawan (11212754)
Kelas : 2EA23
ANGGARAN DASAR dan ANGGARAN RUMAH TANGGA
KOPERASI SYARIAH “SYARIKAT MADANI DEPOK”
BAB I
NAMA DAN TEMPAT KEDUDUKAN
Pasal 1
(1) Badan usaha ini bernama Koperasi Syariah “Syarikat Madani Depok”
dengan nama singkat dalam Anggaran Dasar disebut Kopsyah (Koperasi
Syariah) “SMD”.
(2) Kopsyah SMD berkedudukan di Jl. Margonda Raya No. 241 Depok, Jawa
Barat.
(3) Kopsyah SMD dapat membuka cabang / perwakilan di dalam maupun di luar
negeri sesuai keputusan rapat anggota.
BAB II
VISI DAN MISI
Pasal 2
(1) Visi Koperasi Syariah SMD adalah :
”Menjadikan Koperasi syariah Sebagai Pilar Pembangunan Ekonomi Umat”
(2) Misi Koperasi Syariah SMD adalah
a. Meningkatkan pendapatan anggota khususnya dan masyarakat pada
umumnya.
b. Mensejahterakan anggota khususnya dan mayarakat luas pada
umumnya.
c. Membentuk stabilitas ketahanan pangan masyarakat luas melalui
perluasan swa sembada pangan yang kokoh dan berkelanjutan.
d. Membangun kesadaran masyarakat akan kehidupan bergotong royong
dalam melakukan aktivitas usahanya.
e. Menciptakan pengusaha-pengusaha muslim yang tangguh dilingkungan
masyarakat bebas.
BAB III
LANDASAN DASAR DAN PRINSIP KOPERASI
Pasal 3
(1) Koperasi Syariah SMD berlandaskan Syari’at Islam yang merujuk kepada Al
Qur’an dan Sunnah Rosulullah SAW.
(2) Koperasi Syariah SMD berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
(3) Koperasi Syariah SMD berdasarkan Azas kekeluargaan sesuai UU No.25
Tahun 1992 tentang perkoperasian
Pasal 4
(1) Koperasi Syariah SMD melakukan kegiatannya berdasarkan prinsip-prinsip :
a. Keanggotaan bersifat Sukarela dan Terbuka.
b. Pengelolaan dilakukan secara demokratis.
c. Pembagian SHU dilakukan secara Adil sebanding dengan besarnya jasa
Usaha masing-masing anggota
d. Kemandirian.
(2) Dalam mengembangkan Koperasi Syariah SMD, dilaksanakan pula prinsipprinsip
:
a. Pendidikan Koperasi Syariah.
b. Kerjasama antar Koperasi Syariah dan industri pemerintah dan swasta.
BAB IV
FUNGSI DAN PERAN
Pasal 5
(1) Membangun, mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota
khususnya dan masyarakat pada umumnya. Serta meningkatkan
kesejahteraan sosial.
(2) Berperan secara aktif dalam upaya mempertinggi kualitas kehidupan
anggota dan masyarakat muslim pada umumnya.
(3) Memperkokoh dan menjaga berkelanjutan perekonomian anggota dan
masyarakat muslim melalui kegiatan ekonomi berlandaskan Syari’at Islam.
BAB V
TUJUAN SERTA USAHA KOPERASI SYARIAH
“SYARIKAT MADANI DEPOK”
Pasal 6
(1) Koperasi Syariah SMD bertujuan memajukan kesejahteraan anggota
khususnya dan masyarakat muslim pada umumnya serta ikut membangun
tatanan perekenomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang
maju, adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
Pasal 7
(2) Untuk mencapai tujuan tersebut maka Koperasi Syariah SMD
menyelenggarakan usaha-usaha sebagai berikut :
a. Menggiatkan anggota untuk menyimpan/menabung pada koperasi secara
teratur dan sampai batas tertentu
b. Menjalankan usaha property, arsitektur, teknologi informasi, advertising,
digital printing, dan rumah makan.
c. Menjalankan usaha perdagangan umum besar dan eceren (retail)
d. Menjalankan usaha Jasa penyediaan tenaga kerja, angkutan karyawan,
angkutan sekolah dan angkutan barang.
e. Menyelenggarkan pembiayaan kepada anggota sesuai prisip syariah.
f. Turut aktif berusaha yang berkaitan dengan program pemerintah.
g. Menyelenggarakan kerjasama/kemitraan usaha dengan pihak ketiga,
industri pemerintah dan swasta
Jumat, 25 Oktober 2013
Tahap pendirian koperasi
Tahap
Pendirian Koperasi
Tahap pendirian koperasi adalah Kelompok
masyarakat yang mempunyai kepentingan ekonomi dan usaha yang sama hal ini
merupakan langkah awal terbentuknya suatu koperasi. Masyarakat yang
seperti itulah yang akan sadar bahwa pentingnya koperasi dalam membantu perekonomian mereka .
Secara rinci
tahap pendirian koperasi ialah sebagai berikut :
1. Dua orang atau lebih bisa
menghubungi kantor koperasi diatas tingkatannya umunya kantor
koperasi tingkat II (kabupaten ) untuk mendapatkan suatu penjelasan awal tata
cara pendirian koperasi yang baik dan benar
2. Prakarsa harus mengajukan proposal
tetntang potensi anggota dan potensi di daerah masyarakat tersebut
3.
Atas
permohanan nomor 2 pejabat koperasi akan memberikan penyuluhan yang antara lain
tentang tata cara pembetukan koperasi secara baik dan benar
4.
Rapat dan
penyuluhan koperasi di harapkan dapat di hadiri oleh semua calon anggota
koperasi dan rapat ini di pimpin oleh pemarkasa uang dan akan di damping oleh
koperasi yang satu tingkat lebih dari koperasi yang ia dirikan
5.
Sejak rapat
anggota tersebut anggota koperasi telah dapat menjalankan aktivitas usahanya
6.
Pengurus
koperasi di wajibkan mengajukan permohonan pengesahaan hukum ke kantor
dinas koperasi setempat
7.
Pejabat suku
dinas setempat melakuakan verifikasi & penelitian atas kebenaran data yang
di ajukan oleh pengurus koperasi yang telah bersangkutan
8.
Untuk
koperasi primer / sekunder yang wilayahnya operasinya lebih dari 2 daerah
tingkat maka kantor koperasi tingkat 2 menyerahkan ke koperasi tingkat 1
9.
Selanjutnya
bila data yang di sampaikan telah sesuai dengan ketentuan – ketentuan
perundangan yang berlaku maka akta badan hukum tersebut di sampaikan
kepada pejabat suku dinas yang terkait.
Dan ada lagi tahap – tahapan pendirian
koperas sebagai berikut :
1. Tahap
awal pendirian koperasi
- Ada kelompok orang-orang yang
mempunyai kepentingan yang sama
- Memiliki suatu tujuan yang sama
untuk memperoleh kemudahan dalam usaha dan meningkatkan kesejateraan umum
- Ada calon anggota
sekurang-kurangnya 20 orang yang berada dalam wilayah kerja yang tidak
terlalu jauh antara satu anggota dengan anggota lainya
- Adanya seorang tokoh yang mampu
menjadi pelopor pendirian koperasi
2. Tahap
persiapan pendirian koperasi
- Ada prakasa/tokoh dan pelopor
pendiri koperasi dan keinginan yang kuat dari masyarakat calon anggota yang
direalisasikan dalam bentuk panitia pembentukan pendiri koperasi
- Mempersiapkan konsep dasar
anggaran dasar koperasi, contoh konsep anggaran dasar dapat diminta dari
departemen koperasi di daerah setempat.
- Setelah bahan-bahan
dipersiapkan, panitia pendirian koperasi mengundang calon anggota
sekelompok orangnya sekurang kurangnya 20 orang, para penjabat pemerintah
setempat dan kepala kantor koperasi setempat. Dalam undangan tersebut
sudah ditentukan tempat, waktu rapat, dan susunan acara rapat.
3. Pelaksanaan
Rapat Pendirian Koperasi
Dalam pelaksanaan rapat pendirian koperasi, minimal harus membahas agenda sebagai berikut.
Dalam pelaksanaan rapat pendirian koperasi, minimal harus membahas agenda sebagai berikut.
- Latar belakang pendirian
koperasi
- Maksud dan tujuan pendirian
koperasi
- Meminta persetujuan pendirian
koperasi kepada peserta rapat
- Perumusan dan penjelasan
Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Koperasi. Dalam anggaran dasar
sekurang kurangnya membuat hal-hal, seperti daftar nama pendiri, nama dan
tempat kedudukan, maksud dan tujuan bidang usaha, ketentuan menganai
keanggotaan, rapat anggota, pengelolaan, permodalan, jangka waktu
berdirinya, pembagian sisa hasil usaha, dan mengenai sanksi-sanksi.
- Penetapan orang-orang yang
menandatangani akta pendirian koperasi
- Pemilihan dan pengangkatan pengurus dan pengawas koperasi
Rabu, 12 Juni 2013
Tugas Bahasa Ingrris2"Softskill" (activity levels in view of the job worker and manager)
| JOBS CONDITIONS | WORKER'S RATING | MANAGER'S RATING |
|---|---|---|
| full appreciations for work done | dicipline | dicipline |
| feeling 'in' on things | good working conditions | managemen loyalty to workers |
| sympathetic understanding of personal problems | good wages | full appreciations for work done |
| job security | feeling 'in' on things | promotion & growth with company |
| good wages | job security | sympathetic understanding of personal problems |
| interesting work | Interesting work | feeling 'in' on things |
| promotion & growth with company | full apreciations for work done | interesting work |
| managemen loyalty to workers | promotion & growth with company | good working conditions |
| good working conditions | managemen loyalty to workers | job security |
| dicipline | sympathetic understanding of personal problems | good wages |
Tugas Tulisan Bahasa Ingrris2"Softskill" (Profile-profile foreign banks in Indonesia)
Citibank :
Citibank, NA, Indonesia Branch ("Citibank") is a branch of Citibank, NA Headquartered in New York, U.S.A. Citigroup Inc. ("Citigroup") fully owns Citibank, NA
We first present in Indonesia in 1918 through its predecessor company, The International Banking Corporation in Batavia and Surabaya. Although the branch was closed in the 1920s, Citibank is back in Jakarta in 1968 and offers a range of banking services.
HSBC Bank :
As a pioneer of modern banking in various regions in Asia, HSBC has a long recorded history in Indonesia, where for more than 123 years HSBC has been serving customers who want to develop trade and investment opportunities. HSBC (formerly known as The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited) opened its first Indonesian office in Jakarta (then Batavia) in 1884 to serve the sugar commodity trading is very important. With the development of business activities, in 1896 HSBC opened a branch office in Surabaya, the second largest city in Indonesia, which is also an important port in the sugar trade. Historical records show that since about the year 1878, HSBC has opened a representative at Semarang, which is an important port to three in Java, which has developed into a full branch in 1994
Citibank, NA, Indonesia Branch ("Citibank") is a branch of Citibank, NA Headquartered in New York, U.S.A. Citigroup Inc. ("Citigroup") fully owns Citibank, NA
We first present in Indonesia in 1918 through its predecessor company, The International Banking Corporation in Batavia and Surabaya. Although the branch was closed in the 1920s, Citibank is back in Jakarta in 1968 and offers a range of banking services.
HSBC Bank :
As a pioneer of modern banking in various regions in Asia, HSBC has a long recorded history in Indonesia, where for more than 123 years HSBC has been serving customers who want to develop trade and investment opportunities. HSBC (formerly known as The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited) opened its first Indonesian office in Jakarta (then Batavia) in 1884 to serve the sugar commodity trading is very important. With the development of business activities, in 1896 HSBC opened a branch office in Surabaya, the second largest city in Indonesia, which is also an important port in the sugar trade. Historical records show that since about the year 1878, HSBC has opened a representative at Semarang, which is an important port to three in Java, which has developed into a full branch in 1994
Deutsche Bank:
Deutsche Bank pertama kali hadir di Indonesia pada tahun 1969 dan memiliki 300 staf profesional di dua cabang, Jakarta dan Surabaya. Deutsche Bank faces up to both the continuities and the interruptions in its history. The bank chronicles its history and makes it subject of independent research, public debate and publications.
The Historical Institute of Deutsche Bank performs the closely allied functions of researching the history of the bank and looking after its historically important collections of source material. The Historical Institute takes a critical look at Deutsche Bank's history, through its own research as well as research undertaken by independent scholars. Since 1961, the bank has maintained its own historical archive, and all material from the pre-1945 era is publicly accessible. Since 1988, one of the focal points of the Historical Institute's research has been on the National Socialist period. A general summary of the history of the bank during the years 1933-1945 written by Harold James.
Kamis, 02 Mei 2013
Tugas artikel ekonomi softskill "bahasa inggris2"
PAPERS AND INFORMATION SYSTEMS BUSINESS STRATEGY
This paper focuses on Information Systems and Business Strategy.
INFORMATION SYSTEMS AND BUSINESS STRATEGY
Strategic information systems, computer systems that are used to change the target level of the organization, operations, products, services, or environmental relationships to help organizations achieve competitive advantage.
Decision of the company's business strategy depends on:
Products and services company dhasilkan
Industry where firms compete
Competitors, suppliers, and customers of the company
Long-term goals of the company
Business level strategy: Value Chain Model
The most common strategy for this level is:
be producing products with low production costs
differentiate products and services
change the scope of the competition either by expanding the market to the global market and to narrow the market.
Value chain model, a model which addresses the primary and support activities that add value to products and services in which the company is best applied information systems to gain a competitive advantage.
Yaituaktivitas primary activity is directly associated with the production and distribution of the company's products or services. While supporting activity is an activity that allows the execution of the primary activity. Consists of organizational infrastructure, human resources, technology, and procurement.
Web refers to the value of customer-controlled network of the company that use information technology to coordinate its value chain in order to collectively produce products or services to market.
Products and Services Information System
Systems that create product differentiation:
Companies can use IT to develop different products.
Creating brand loyalty by developing new and unique products and services
Products and services not easily duplicated by competitors. For example, Dell Corporation.
System that supports Niche Markets
Intensive analysis using customer data to support new ways of contacting and serving customers that allows to develop new niche markets for specific products or services. For example, frequent guest program Wyndam Hotel
Supply Chain Management and Efficient Customer Response System
The system connects to the corporate value chain value chain of suppliers and consumers. System that directly connects back to the distributor of consumer behavior, production, and supply chain. Example: Wal-Mart purchasing directly connect customers to the suppliers almost immediately. suppliers work to ensure the product is delivered to the store to replace the product purchased.
IT at the organizational level is used to avoid the shift of consumers to other suppliers and bind them to the company. Replacement cost is the cost incurred by the customer or the company for the time and resources are wasted when switching from one supplier or system to system supplier or competitor. For example, Baxter International.
Langganan:
Postingan (Atom)